: Believe in all that can be , a miracle star whenever you dream, believe and sing from your heart you will see, your song will hold the key :
HELLO :))
" Ini Nyata , Ini Ada , dan Ini Terjadi dalam kehidupan kita. TERSENYUM dan HADAPILAH "
Kamis, 23 Oktober 2014
#Apa kamu harus aku lepaskan?
kadang seringkali terlintas dipikiranku untuk melepaskanmu. tapi aku menyadari aku belum bisa. ayolah, jujur saja, kamu belum bisa atau tidak bisa? atau tidak mau ? entahlah , aku tak tau , aku rasa aku telah menjdi seorang yang egois.
Selasa, 07 Oktober 2014
Kalau bercerita tentang dia
Kalau cerita tentang dia..
Dia penggemar berat game strategi. Seolah-olah dia komandan lalu mempunyai pasukan untuk membangun dan mempertahankan wilayahnya. Kalau kalah, dia akan menggerutu, tapi dia lebih sering pada akhirnya menang. Meski tidak jarang pula menyerah duluan (aku sering tertawa dalam hati kalau dia menyerah duluan). Kalau dia sudah main game seperti itu, pasti dia akan lupa dengan apapun, termasuk aku. Kadang juga, aku mengenggam tangan kirinya, supaya dia berhenti bermain, tapi dia tetap saja bermain dengan tangan kananya. kadang aku selalu menggangunya supaya dia kalah dan supaya memperhatikan aku. Aku akan menemani dia, Kami berbeda, tidak harus sama. Tetapi masih bisa saling menemani bahkan untuk hal yang berbeda.
Dia selalu tidur lebih cepat dari aku, sementara aku justru terbiasa begadang. Kadang-kadang, aku akan tidur lebih cepat dari biasanya atau dia yang ikut begadang menemaniku. Dia selalu mengomel kalau aku terlalu banyak bergadang, dan aku pun selalu menyalahkan dia kenapa dia harus tidur terlalu cepat.
Kami pernah bertengkar. Dari kami bersama, dia sudah mengatakan bahwa tidak bisa menjamin kalau hidup kami akan dipenuhi bahagia dan tawa saja. Ada kalanya dia akan marah, atau aku yang akan marah. Dia pendiam, aku tukang ngomel. Aku yang sabar, Dia yang cepat marah. Dia yang kekanak-kanakan, aku yang berusaha dewasa. Dia yang cuek, aku yang cerewat. Dia yang akan memelukku, aku yang akan bermanja-manja.
Tetapi pada saat dia marah, aku akan sulit berusaha diam. Kadang aku yang ngotot, seharusnya aku yang marah , ini malah dianya yang marah. Tetapi kalau saling ngotot, itu selalu memperburuk keadaan. Aku tahu, dia kalau marah, berarti aku memang berbuat salah atau dia yang sedang lelah atau dia yang memang sedang membuat aku kesal. Jadi, aku akan tetap meminta maaf walaupun itu bukan salahku. sering diterima, tapi pernah juga dia tak butuh maafku . percaya atau tidak . itu sangat menyakitkan. Lalu kami akan berbicara seperti biasa lagi. Kalau aku yang marah, dia akan berusaha diam. Karena dia juga tahu, kalau ikut ngotot, akan bertambah panjang.
Bukan berarti kami tidak pernah bertengkar hebat. Tentu saja pernah. Berdebat siapa salah siapa benar. Tetapi, kenapa harus selalu dibuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah, kalau pada akhirnya itu akan melukai salah satunya? Kenapa tidak yang salah menyadari kalau dia salah dan yang benar tidak terlalu menyalahkan?
Dari sana kami belajar, semua masalah harus diselesaikankan sebelum tidur. Jadi tidak ada yang memendamnya. Tidak selalu berhasil. Tetapi kami berjanji untuk terus mengusahakannya.
Dia penggemar berat game strategi. Seolah-olah dia komandan lalu mempunyai pasukan untuk membangun dan mempertahankan wilayahnya. Kalau kalah, dia akan menggerutu, tapi dia lebih sering pada akhirnya menang. Meski tidak jarang pula menyerah duluan (aku sering tertawa dalam hati kalau dia menyerah duluan). Kalau dia sudah main game seperti itu, pasti dia akan lupa dengan apapun, termasuk aku. Kadang juga, aku mengenggam tangan kirinya, supaya dia berhenti bermain, tapi dia tetap saja bermain dengan tangan kananya. kadang aku selalu menggangunya supaya dia kalah dan supaya memperhatikan aku. Aku akan menemani dia, Kami berbeda, tidak harus sama. Tetapi masih bisa saling menemani bahkan untuk hal yang berbeda.
Dia selalu tidur lebih cepat dari aku, sementara aku justru terbiasa begadang. Kadang-kadang, aku akan tidur lebih cepat dari biasanya atau dia yang ikut begadang menemaniku. Dia selalu mengomel kalau aku terlalu banyak bergadang, dan aku pun selalu menyalahkan dia kenapa dia harus tidur terlalu cepat.
Kami pernah bertengkar. Dari kami bersama, dia sudah mengatakan bahwa tidak bisa menjamin kalau hidup kami akan dipenuhi bahagia dan tawa saja. Ada kalanya dia akan marah, atau aku yang akan marah. Dia pendiam, aku tukang ngomel. Aku yang sabar, Dia yang cepat marah. Dia yang kekanak-kanakan, aku yang berusaha dewasa. Dia yang cuek, aku yang cerewat. Dia yang akan memelukku, aku yang akan bermanja-manja.
Tetapi pada saat dia marah, aku akan sulit berusaha diam. Kadang aku yang ngotot, seharusnya aku yang marah , ini malah dianya yang marah. Tetapi kalau saling ngotot, itu selalu memperburuk keadaan. Aku tahu, dia kalau marah, berarti aku memang berbuat salah atau dia yang sedang lelah atau dia yang memang sedang membuat aku kesal. Jadi, aku akan tetap meminta maaf walaupun itu bukan salahku. sering diterima, tapi pernah juga dia tak butuh maafku . percaya atau tidak . itu sangat menyakitkan. Lalu kami akan berbicara seperti biasa lagi. Kalau aku yang marah, dia akan berusaha diam. Karena dia juga tahu, kalau ikut ngotot, akan bertambah panjang.
Bukan berarti kami tidak pernah bertengkar hebat. Tentu saja pernah. Berdebat siapa salah siapa benar. Tetapi, kenapa harus selalu dibuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah, kalau pada akhirnya itu akan melukai salah satunya? Kenapa tidak yang salah menyadari kalau dia salah dan yang benar tidak terlalu menyalahkan?
Dari sana kami belajar, semua masalah harus diselesaikankan sebelum tidur. Jadi tidak ada yang memendamnya. Tidak selalu berhasil. Tetapi kami berjanji untuk terus mengusahakannya.
Minggu, 29 Juni 2014
INI AKU (RAHNE)
Aku punya satu kepala, ribuan kamu di dalamnya.
Aku punya satu hati, menunggu untuk kau diami.
Aku punya dua telinga, hanya suaramu saja yang
kucerna.
Aku punya mata, hanya terlukis bayanganmu di
dalamnya
Mulutku hanya satu, dia hanya melengkungkan senyum
kepadamu.
Aku punya bahu, silahkan bersandar disitu. Semaumu.
Aku punya dua lengan, kulingkarkan dalam peluk hingga
akhir jaman.
Jemari tanganku ada sepuluh.
Sayang mereka mati rasa, dan baru hidup jika
digenggammu.
Kau lihat jari manisku?
Ia menunggu lingkar janji, sehidup semati.
Aku punya dua lutut, mereka hanya bertekuk di
hadapanmu dengan satu senyum maut.
Aku punya dua kaki. Semuanya menujumu. Kamu mau
diam? Atau lari mendekatiku?
Milyaran sel darah merahku, semua berdesir dan
meluap-luap.
Melukis pipiku, menjadi merah jambu. Di dekatmu.
Milyaran sel di otakku boleh kau ambil Tuhan, tapi
tolong sisakan satu. Ingatan tentang kamu.
Epidermis kulitku, sekujurnya, menunggu terlapis hangat
pelukmu.
Tuhan hanya punya satu surga, kamu pasti salah satu
contohnya.
Nerakaku cuma satu, jutaan senti berjarak darimu.
Doaku cuma satu, kau berbaghagia di setiap langkahmu,
alam iringanku.
Jutaan anak rambutku berseru rindu.
Usap telapak tangan lembutmu.
Pelukanku hangat, entah berapa suhunya.
Kalikan jutaan dekap untukmu.
Kini sudah melelehkah kau dekatku?
Kau pasti berkelenjar air mata. Di dekatku, takkan
kubiarkan jatuh walau setetes saja.
"Karena kau ganjil, dan aku beserta jiwaku akan
berusaha menggenapinya."
Aku punya satu hati, menunggu untuk kau diami.
Aku punya dua telinga, hanya suaramu saja yang
kucerna.
Aku punya mata, hanya terlukis bayanganmu di
dalamnya
Mulutku hanya satu, dia hanya melengkungkan senyum
kepadamu.
Aku punya bahu, silahkan bersandar disitu. Semaumu.
Aku punya dua lengan, kulingkarkan dalam peluk hingga
akhir jaman.
Jemari tanganku ada sepuluh.
Sayang mereka mati rasa, dan baru hidup jika
digenggammu.
Kau lihat jari manisku?
Ia menunggu lingkar janji, sehidup semati.
Aku punya dua lutut, mereka hanya bertekuk di
hadapanmu dengan satu senyum maut.
Aku punya dua kaki. Semuanya menujumu. Kamu mau
diam? Atau lari mendekatiku?
Milyaran sel darah merahku, semua berdesir dan
meluap-luap.
Melukis pipiku, menjadi merah jambu. Di dekatmu.
Milyaran sel di otakku boleh kau ambil Tuhan, tapi
tolong sisakan satu. Ingatan tentang kamu.
Epidermis kulitku, sekujurnya, menunggu terlapis hangat
pelukmu.
Tuhan hanya punya satu surga, kamu pasti salah satu
contohnya.
Nerakaku cuma satu, jutaan senti berjarak darimu.
Doaku cuma satu, kau berbaghagia di setiap langkahmu,
alam iringanku.
Jutaan anak rambutku berseru rindu.
Usap telapak tangan lembutmu.
Pelukanku hangat, entah berapa suhunya.
Kalikan jutaan dekap untukmu.
Kini sudah melelehkah kau dekatku?
Kau pasti berkelenjar air mata. Di dekatku, takkan
kubiarkan jatuh walau setetes saja.
"Karena kau ganjil, dan aku beserta jiwaku akan
berusaha menggenapinya."
Jumat, 21 Maret 2014
Dear Kamu,
Surat ini untuk kamu , yang selalu ku kagumi tanpa kamu ketahui. Masih
untuk kamu yang selama dua tahun ini ku tunggu kedatanganmu tiap pagi.
Kamu kadang seperti magic bagiku , dengan melihatmu saja , aku bisa otomatis tersenyum dan merasakan sedikit rasa nyeri didada. Tapi aku selalu suka.
Surat ini untuk kamu , ya, kamu. Aku ingin bertanya, Sebenarnya kamu yang tidak peka , apa aku yang kurang menunjukkan kalau kamu aku cintai ? atau apakah aku selama ini jatuh cinta sendirian ?
Tapi tak apa , mungkin akan lebih baik seperti ini, kita akan selalu saling menyemangati . Kita akan saling menguatkan dan saling mendoakan.
Biarkan saja hatiku yang merasakan perasaan itu sendirian.
Surat ini untuk kamu , ya, kamu. Aku ingin bertanya, Sebenarnya kamu yang tidak peka , apa aku yang kurang menunjukkan kalau kamu aku cintai ? atau apakah aku selama ini jatuh cinta sendirian ?
Tapi tak apa , mungkin akan lebih baik seperti ini, kita akan selalu saling menyemangati . Kita akan saling menguatkan dan saling mendoakan.
Biarkan saja hatiku yang merasakan perasaan itu sendirian.
surat kaleng#3
bagaimana kabar kamu? apa kamu membaca emailku ? hmm.. bagaimana kabarmu
disana? aku masih berdoa, semoga kamu baik baik saja disana.. kamu tau ?
banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu. aku terlalu lemah untuk
menyimpannya sendirian , kadang aku merasa dan berfikir andai kamu ada
disini mungkin rasanya tidak seberat ini .
mungkin juga kamu bisa memberiku sedikit ketenangan dan membuatku sedikit baikan. lupakan aku cuma berandai saja. saku cuma menunggu kabarmu saja.aku harap kamu membalas emailku.
mungkin juga kamu bisa memberiku sedikit ketenangan dan membuatku sedikit baikan. lupakan aku cuma berandai saja. saku cuma menunggu kabarmu saja.aku harap kamu membalas emailku.
Minggu, 09 Maret 2014
Jangan Lupakan
Tiba - tiba aja pengen dengerin lagu ini ,mungkin perasanku mengatakan seperti lagu itu sekarang , yah semoga kamu sadar apa yang aku rasakan pada waktu ini ,,
Ku berjalan terus tanpa henti
Dan dia pun kini telah pergi
Ku berdoa di tengah indahnya dunia
Ku berdoa untuk dia yang ku rindukan
Memohon untuk tetap tinggal
Dan jangan engkau pergi lagi
Berselimut di tengah dingin dunia
Berselimut dengan dia yang ku rindukanWould it be nice to hold you
Would it be nice to take you home
Would it be nice to kiss youMemohon untuk tetap tinggal
Dan jangan engkau pergi lagi
Bernyanyilah na na na na na
Bernyanyilah untuk dia yang ku rindukan
Jangan pernah lupakan aku
Jangan hilangkan diriku
Jangan pernah lupakan aku
Jangan hilangkan diriku
Jangan pernah lupakan aku
Jangan pergi dari aku
sebeharga berharganya sesuatu
- Sepertinya aku merasakan sesuatu yang namanya "Rindu" dan rasanya begitu menyesakkan dada.
- Dalam setiap hariku , aku mendoakanmu , supaya kamu baik-baik saja disana.
- Aku , dalam waktu luangku , kadang - kadang teringat moment -moment bersama kita dahulu , rasanya ingin selalu mengulagi.
- Kamu dan Rindu. Itu yang ada dalam pikiranku.
- Seberharga berharganya sesuatu yang aku miliki, tetap paling berharga adalah kamu dan waktuku denganmu.
- Andai saja aku bisa mengatakan padamu bagaimana perasaanku padamu saat ini , mungkin kamu bisa membaca kembali yang kutulis diatas tadi untukmu.
Selasa, 04 Maret 2014
Loved Story
Hari itu , aku mengetahui hal yang mungkin tak seharusnya aku ketahui, atau sebaliknya , hal yang saatnya aku tau.
Dia tiba - tiba menjadi orang yang aku tak pernah pikirkan ,menjadi seseorang yang aku pikir tidak seperti itu , menjadi seseorang yang di luar dugaan.
Aku terkejut. Aku kecewa. Kali ini aku merasa bahwa apa yang aku lihat berbeda dengan apa yang aku rasa. Hatiku masih tak percaya. Tapi apa yang aku lihat kurang jelas apa ?
Dan yang membuatku sedih adalah bukan hanya karena dia yang seperti itu , tapi juga karena aku. Aku yang mulai tak mempercayainya. Itu bagian yang lebih menyakitkan.
Aku menangis malam itu , menangisi kebodohanku dan menangisi ketidakpercayaanku. Dan setelah itu , muncul keraguan - keraguan baru.
Aku mulai berniat melupakan semuanya dan akun bersikap biasa saja padanya. Tak akan memperdulikanya lagi setelah ini. Tapi mengenai hal inipun , aku juga ragu.
to be continued............
Diary
3 Feb 2014
Kali ini ,aku dan perasaanku sendiri mungkin berada di titik lelah. Aku mau maju ataupun mundur , sebenarnya tergantung pada "seseorang itu". Sebaiknya bagaimana , I haven't a choice. Ragu. Mungkin bisa dikatakan seperti itu . Tapi aku tak mau kalau aku sendiri ragu. Aku ingin semuanya jelas ,Kamu itu terlalu abu -abu , tidak putih , tapi tidak juga hitam.Tapi mungkin karena itulah yang mampu membuatku bertahan samap sejauh ini . Sudah lama sekali bukan ? Hampir dua tahun. Ya mungkin kata - kata ini jadi kekuatan bagiku sekarang , Jangan sampai kamu terlambat menyadari , kalau dia tak seberharga itu untuk dipertahankan.
Dua Orange
Mungkin lebih baik memang seperti ini. Kita masih saling melindungi meski tak saling memiliki.
Saling memperhatikan meski sudah berjauhan.
Saling menguatkan dengan tanpa bergenggaman tangan.
Saling mendoakan meski tak saling berhadapan.*
Saling menertawakan kebodohan-kebodohan yang pernah kita buat, yang selamanya akan kita rindukan.
Saling menyemangati meski harus tahu batas diri.*
Saling mengisi meski sudah tak boleh lagi melibatkan hati.
(Semoga kamu tidak tahu, pada saat menuliskan "Tak boleh lagi melibatkan hati" tadi, rasanya pahit setengah mati.)
Saling memperhatikan meski sudah berjauhan.
Saling menguatkan dengan tanpa bergenggaman tangan.
Saling mendoakan meski tak saling berhadapan.*
Saling menertawakan kebodohan-kebodohan yang pernah kita buat, yang selamanya akan kita rindukan.
Saling menyemangati meski harus tahu batas diri.*
Saling mengisi meski sudah tak boleh lagi melibatkan hati.
(Semoga kamu tidak tahu, pada saat menuliskan "Tak boleh lagi melibatkan hati" tadi, rasanya pahit setengah mati.)
Untuk seseorang yang sudah bahagia sekarang
Tadi terpikir olehku untuk membuka profil salah satu jejaring sosialmu. Lelaki yang aku kagumi (dulu). Aku ingin tahu kabarmu, tapi terakhir aktivitasmu adalah bulan ulang tahunmu , dan itupun satu tahun yang lalu. yang ada , aku malah teringat semua tentang kamu , bagaimana momen-momen masa remaja dulu. Kita,walaupun hanya beberapa. Aku tersenyum , sambil membatin ,-dulu , ya dulu -.
Bagaimana kabarmu sekarang ? aku harap baik. yang aku tahu, kamu sudah bahagia sekarang . bersama wanitamu , yang sudah halal bagimu. dulu , aku kira kamu adalah jodohku, karena kamu yang aku pinta untuk jadi pendampingku dalam doa di buku diaryku .tapi , itu juga dulu. nyatanya , Tuhan berkata lain bukan ?
Kamu sekarang pasti sudah bahagia, dengan wanita pilihanmu. Apa aku sedih ? tidak ! aku berbahagia untukmu. Mungkin aku hanya kaget kenapa secepat itu , dan kamu tak mengabariku. Itu saja.
Lalu, bagaimana denganku ? oh , jangan khawatir , aku juga bahagia sekarang. Sama sepertimu , aku juga sudah mulai menyayangi orang lain , sama sepertimu , bedanya , kamu sudah maju beberapa langkah dariku :).
Dia , seseorang yang juga sepertimu , tapi rasaku padanya sekarang lebih dari rasaku padamu dulu. Walaupun aku juga tak bisa mengatakannya padanya seperti aku yang tak bisa mengatakan padamu, dulu.
Tapi aku harap ini tak berakhir seperti ceritaku denganmu . Mungkin aku hanya harus lebih berani , tapi ya disitulah yang belum bisa aku lakukan. Kapan - kapan , kalau kita bertemu , semoga nanti aku juga juga bisa berbahagia sepertimu bersama dia. Ya? doakan saja .
Rabu, 11 Desember 2013
akan indah pada waktunya
Kita kadang merasa , hidup ini tak adil. Mungkin aku juga kadang mengeluh begitu. Iya, kadang kita mulai membandingkan diri kita dengan orang lain. Kadang kita ingin kebahagiaan orang lain. tapi pakah kita sadar , bahwa sebenarnya kita sendiri yang membuat hidup kita tak bahagia?
Terlalu banyak membandingkan dan kurang bersyukur atas apa yang kita miliki. kita boleh saja sebenarnya ingin bahagia seperti orang lain. Tapi itu sebagai motivasi agar kita bisa lebih baik. bukanya banyak menuntut tanpa melakukan apapun. banyak keinginan tapi tak pernah ada usaha. ingin maju tapi tak ada keberanian ungkin simplenya begitu. ya sebenarnya mungkin ini juga cambuk untukku, untuk diriku, agar menjadi lebih baik lagi.
ingat , seseorang punya waktunya sendiri - sendiri.Punya jalannya sendiri sendiri , biarpun tujuan mereka sama , tak banyak yang benar - benar sama . pasti ada bedanya , walau itu hanya seperti kamu menuju kampusmu , ada banyak jalan , ada banyak belokan . dan setiap orang akan memilih jalannya sendiri.
dmeisella- kampus diploma barat-14.30-
Terlalu banyak membandingkan dan kurang bersyukur atas apa yang kita miliki. kita boleh saja sebenarnya ingin bahagia seperti orang lain. Tapi itu sebagai motivasi agar kita bisa lebih baik. bukanya banyak menuntut tanpa melakukan apapun. banyak keinginan tapi tak pernah ada usaha. ingin maju tapi tak ada keberanian ungkin simplenya begitu. ya sebenarnya mungkin ini juga cambuk untukku, untuk diriku, agar menjadi lebih baik lagi.
ingat , seseorang punya waktunya sendiri - sendiri.Punya jalannya sendiri sendiri , biarpun tujuan mereka sama , tak banyak yang benar - benar sama . pasti ada bedanya , walau itu hanya seperti kamu menuju kampusmu , ada banyak jalan , ada banyak belokan . dan setiap orang akan memilih jalannya sendiri.
dmeisella- kampus diploma barat-14.30-
Sabtu, 20 Juli 2013
Asalkan nantinya denganku
Something different . ada hal yang au rasa berbeda , kamu tau rasanya berpura - pura bahagia itu seperti apa ? tidak enak . sama sekali . Mungkin aku lebih cocok menjadi pesandiwara kali ini . Aku bahagia , aku tertawa , pada kenyataannya tidak , sebaliknya . Lihat mataku, mata bahagiaku tidak seperti itu , tidak pada saat tawaku hari hari ini . itu semua palsu , itu semua kebohongan .
Kalau kamu tahu aku kenapa , kenapa kamu diam saja ? kenapa malah semakin menjauh ? Kalau ini caramu agar hatiku tidak sakit , itu percuma . Hatiku sudah hancur kok . Kalau kamu tidak ingin terluka , sudah terlanjur , aku terluka . Dan kalau kamu ingin dengannya , ya fokus saja . jangan hiraukan aku . Tapi yang pasti aku tetap disini, aku tetap sama , perasaanku juga . Boleh kok kam sama siapa saja kali ini sayang , asal nantinya ..
Kamu Denganku .
Kalau kamu tahu aku kenapa , kenapa kamu diam saja ? kenapa malah semakin menjauh ? Kalau ini caramu agar hatiku tidak sakit , itu percuma . Hatiku sudah hancur kok . Kalau kamu tidak ingin terluka , sudah terlanjur , aku terluka . Dan kalau kamu ingin dengannya , ya fokus saja . jangan hiraukan aku . Tapi yang pasti aku tetap disini, aku tetap sama , perasaanku juga . Boleh kok kam sama siapa saja kali ini sayang , asal nantinya ..
Kamu Denganku .
Sakitnya seperti apa
Aku tahu , sakitnya seperti apa . Aku disana . Aku melihatnya . Aku merasakannya. Bahkan mengalaminya. Tuhan , Kenapa tepat hari ini ? Kenapa harus terjadi ? Ini apa Tuhan ? Ujian ataukah petunjuk ?
Apa yang aku takutkan terjadi Tuhan , Kenapa seperti ini lagi ?Kenapa pada saat hatiku sudah mulai 'mantap' . Tuhan , hatiku sakit , bener benar sakit . Aku menangis seketika , semangatku tiba - tiba hilang seperti lenyap . aku kecewa . What must i do ?
Aku tiba tiba merasa benci , Bolehkah ? aku selalu ingin tau apa yang dia lakukan . siapa yang bersamanya ? dan yang aku pikirkan benar. apa aku terlalu bodoh ? sadar , jelas dia memilih bersamanya . Dia lebih segalanya, terlebih dia pernah ada di hatimu , bukankah dia juga yang ada dalam foto handphone-mu ? aku tau itu sayang. aku sadar aku kalah .
aku melihatmu malam itu , dan apa ? tak sedikitpun kamu menatapku , kamu menghindar , tak berani melihat ke arahku. Tuhan , rasanya masih sakit . Tapi aku harus tahan , aku kuat, ' Tahan tangismu ' batin-ku . kamu terlihat berbeda, bukan aku yang aku kenal . Jujur , aku tak suka itu . Kamu Jahat. Begitu jahat. Mungkin itu yang aku rasakan sekarang tentangmu . Terima kasih atas itu .
Aku melihatmu bersamanya berkali - kali. Dekat, kalian jalan berdua menjauh . Biasanya aku melihatmu berjalan sendirian menjauh dan memperlihatkan punggungmu , dan aku akan menunggu sampai punggung itu hilang , dan aku sebut itu cinta . kalai ini ? apa ? melihatmu berjalan berdua bersama sampai punggung kalian berdua menghilang. apakah ini juga cinta , apa suatu kebodohan ?
Tuhan , apakah akan terjadi lagi ? apakah itu pertanda kamu akan diambil dan menjauh dariku ? Jangan Tuhan , tolong . jangan lakukan itu . Aku mengaku , aku bohong , karena seberapapun aku berusaha tegar , pada akhirnya rasanya tetap sakit . Aku tak mau kehilangan dia. membayangkannya saja tidak . Beri aku petunjuk .
Apa yang aku takutkan terjadi Tuhan , Kenapa seperti ini lagi ?Kenapa pada saat hatiku sudah mulai 'mantap' . Tuhan , hatiku sakit , bener benar sakit . Aku menangis seketika , semangatku tiba - tiba hilang seperti lenyap . aku kecewa . What must i do ?
Aku tiba tiba merasa benci , Bolehkah ? aku selalu ingin tau apa yang dia lakukan . siapa yang bersamanya ? dan yang aku pikirkan benar. apa aku terlalu bodoh ? sadar , jelas dia memilih bersamanya . Dia lebih segalanya, terlebih dia pernah ada di hatimu , bukankah dia juga yang ada dalam foto handphone-mu ? aku tau itu sayang. aku sadar aku kalah .
aku melihatmu malam itu , dan apa ? tak sedikitpun kamu menatapku , kamu menghindar , tak berani melihat ke arahku. Tuhan , rasanya masih sakit . Tapi aku harus tahan , aku kuat, ' Tahan tangismu ' batin-ku . kamu terlihat berbeda, bukan aku yang aku kenal . Jujur , aku tak suka itu . Kamu Jahat. Begitu jahat. Mungkin itu yang aku rasakan sekarang tentangmu . Terima kasih atas itu .
Aku melihatmu bersamanya berkali - kali. Dekat, kalian jalan berdua menjauh . Biasanya aku melihatmu berjalan sendirian menjauh dan memperlihatkan punggungmu , dan aku akan menunggu sampai punggung itu hilang , dan aku sebut itu cinta . kalai ini ? apa ? melihatmu berjalan berdua bersama sampai punggung kalian berdua menghilang. apakah ini juga cinta , apa suatu kebodohan ?
Tuhan , apakah akan terjadi lagi ? apakah itu pertanda kamu akan diambil dan menjauh dariku ? Jangan Tuhan , tolong . jangan lakukan itu . Aku mengaku , aku bohong , karena seberapapun aku berusaha tegar , pada akhirnya rasanya tetap sakit . Aku tak mau kehilangan dia. membayangkannya saja tidak . Beri aku petunjuk .
Setiap Burung Kertas (Ku)
- Di setiap satu burung kertasku , aku selipkan masa laluku sama kamu , aku selipkan juga doa untukmu.
- Di setiap satu burung kertasku , ada rahasia , rahasia tentang perasaanku .
- Di setiap satu burung kertasku , ada perasaan yang tak pernah aku sampaikan ke kamu.
- Di setiap satu burung kertasku , ada harapan , ada masa depan .
Dan semoga suatu nanti , burung kertasku sampai padamu
Langganan:
Postingan (Atom)